BidikNewsToday.Com (Pematangsiantar) – PTPN IV Merupakan Salah satu BUMN (Badan Usaha Milik Negara ) yang bergerak dalam bidang Perkebunan Kelapa Sawit sebagai Produksi unggulannya .
Sebagai ujung tombak penghasilan dari perusahaan Plat Merah ini, seharusnya Kelapa sawit perkebunan N IV ,memiliki kualitas dan kondisi tanam yang lebih berkualitas dari sawit tanaman rakyat.
Jikapun Sawitnya sudah tak layak lagi untuk berproduksi, seharusnya pihak pengelola (para pemangku kebijakan ) , memiliki program untuk merubahnya nya jadi lebih baik (Tanam kembali /Replanting ).
Pembiaran inipun terjadi di salah satu kebun N IV ,persisnya di Kebun Marihat Afdeling 1 yang mana arealnya tidak jauh dari satuan Yonif Tombak Sakti 122.
Diperkirakan Ribuan Pokok sawit yang ditaksir sudah berumur diatas 25 Tahunan, dengan tinggi pohon mencapai 7-10 meter, mati tak terurus.
Saat hal ini dikonfirmasi kepada manager Marihat Bernard Purba, Tak mau memberikan jawaban yang dipertanyakan. Namun sang manager memberikan no kontak anggotanya bernama Risky yang menjabat Petugaa Umum Kebun Marihat.

Saat Risky dikonfirmasi BIDIK News selaku Petugas Umum Kebun Marihat Via Whats Up, juga tidak memberikan jawaban. Bahkan dirinya pun sempat memblokir no kontak Kruu BIDIK News.
Sementara mantan manager Kebun Marihat Erwin Nasution yang dikonfirmasi Kruu BIDIK News, dimana kini posisinya telah digantikan oleh Bernard Purba, mengaku bahwa sawit tersebut sudah tidak lagi mendapatkan perawatan.
Ntah mana yang betul para pejabat kebun dan selaku pemangku jabatan ini, hanya Tuhan la yang tahu apa yang kalien kerjakan para penguasa kebun negara,apakah dana perawatan nya ada tapi tidak disalurkan dan menjadi uang masuk yang berpotensi sebagai uang korupsi ??…(B.01.HS).




